Hati - Hati Penipuan Modus Maen Catur (3 Langkah Menang, Dapat Uang 10 Kali Lipat Taruhan)

Sumber gambar: antidiarycom
Oke Guys, Kali ini saya akan berbagi suatu pengalaman sial saya ketika mengalami sebuah PENIPUAN MODUS MAEN CATUR tepatnya di hari Minggu, 31 Agustus 2014. Saya akan mencoba menceritakan kronologinya dari awal sampai akhir..


Kejadian mengerikan ini terjadi di Medan, tepatnya di lokasi sekitar Carrefour dekat Medan Plaza Medan. Ketika itu, Lae saya meminta saya untuk menjemputnya dari Medan Plaza. Dia baru saja pulang dari Jakarta yang katanya mau mengurus Kartu Tanda Penduduknya di Kampung. Dia berencana akan tiba di Medan Plaza tepat jam 2.00 WIB. Saya segera menuju kesana dan tiba sekitar jam 2.05 WIB.

Dengan segera, saya mengirimkan pesan singkat yang menyatakan bahwa saya sudah sampai di tempat (Medan Plaza). Menunggu selama 10 menit. Saya belum mendapatkan sms balasan darinya. Saya langsung mencoba menghubunginya sembari memesan Teh B*t*l S*sro dari salah satu penjual disana. “Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi. The number you’re calling is busy, please try again in a few minutes”. Itulah balasan yang terdengar di Speaker Hp saya. saya langsung berkesimpulan bahwa dia masih duduk manis di dalam pesawat yang ditumpanginya. Di pesawatkan dilarang maen Hp (Sok Tau!! Ckckck)

Setelah mencoba beberapa kali menelepon, tetapi tak satu pun panggilan saya yang berakhir tanpa kata – kata operator tersebut. Setelah dapat telepon dari dia, yang menyatakan bahwa dia akan tiba di Medan Plaza tepat jam 5 sore. Serasa udah strees di tingkat tertinggi, saya langsung memutuskan untuk mengelilingi daerah Medan Plaza tersebut dengan jalan kaki. Setelah jalan – jalan sekitar 30 menit, saya akhirnya memutuskan untuk beristirahat di salah satu rumah makan.


Singkat cerita saya telah siap berurusan dengan rumah makan tersebut. Saya keluar dari rumah makan tersebut. Berjalan sekitar 20 meter, saya melihat ada sekawanan pria yang sedang bermain catur. Disinilah kasus penipuan tersebut terjadi. Saya melihat disana terpampang tulisan :
1. Menang taruhan dikali 10. Artinya, jika taruhan saya 100.000 maka jika saya menang, saya berhak mendapat 1.000.000 dari pemilik catur tersebut.
2. Tiga langkah mati. Artinya, saya harus memenangkan permainan tersebut dengan 3 langkah saja. Dikarenakan dia hanya bermodal Raja, satu anak pion, dan kuda. Sedangkan saya (lawannya) memiliki banyak pasukan catur, seperti kastel 2, mesa 1, dll.
3. Remis kalah. Artinya, jika saya membuat permainan jadi remis. Maka saya dianggap kalah.

Saya tidak ada niat untuk mengikuti permainan tersebut, dikarenakan kemampuan catur saya masih dibawah standard. Saya masih tetap menyaksikan permainannya dengan salah satu pria yang tidak pernah saya kenal apalagi jadi pacar saya :D . Asyik menyaksikan permainan mereka, salah seorang pria mendekati saya dan menunjukkan cara memenangkan permainan tersebut. Pria tersebut memajukan kastel 3 langkah kedepan, yang membuat raja mati langkah. Setelah kemenangan tersebut, sang pria diminta untuk taruhan untuk main dibabak berikutnya dengan peta catur yang sama.

Serasa terhipnotis, saya langsung memberikan uang saya yang bertuliskan seratus ribu rupiah secara spontan. Saya memberikan uang saya sebagai taruhan bagi pria tersebut. Dengan nekadnya si pria tersebut mengambil uang dua puluh ribuan dari dompet saya tanpa izin dan larangan saya. Saya seakan – akan tak berdaya, mengikuti kemauan mereka atas saya sendiri.
Setelah bermain, si pria yang menang tadi memulai langkah caturnya. Dan yang membuat saya heran, si pria tersebut sengaja mematikan langkah caturnya sendiri dengan mengarahkan kastel didepan raja tanpa ada pengawalan terhadap kastel tersebut. Saya sempat berpikir hal gila apa yang telah dilakukan pria ini. Karena sudah tiga langkah dan raja masih dalam keadaan on atau hidup, otomatis kami kalah dan harus merelakan uang seratus ribu ditambah dua puluh ribu saya.

Nah, penipuannya dimana??


Ya, saya akhirnya menyadari bahwa mereka itu adalah satu komplotan/kelompok. Seperti apakah cara mereka untuk menjalankan aksi mereka? Mari Kita lihat bersama!
Mereka ini terdiri dari beberapa orang yang memiliki tugas masing – masing yang tentu untuk tujuan bersama. Yang pertama adalah pihak penantang, yang menjalankan catur. Yang kedua adalah lawan dari pihak penantang sebagai bahan promosi. Yang dimaksudkan disana, bahwa mereka akan berpura – pura main catur seakan melawan orang lain yang tidak dikenalnya sama sekali untuk memancing kita bersedia atau mau melihat sampai ikutan bermain. Seperti yang saya alami, saya terlebih dahulu hanya ingin menonton. Ehh, malah jatuh kejurang penipuan.

Yang ketiga yang saya temui adalah pria yang seolah – olah tidak kenal dengan pihak penantang dan pura – pura menujukkan cara mematikan jalan raja. Otomatis, mereka bertiga telah menyusun rencana supaya nampaknya jalan catur itu gampang dimatikan. Setelah orang ketiga tersebut berhasil memenangkan langkah pertama tersebut. Seketika si penantang (orang pertama) pura – pura menujukkan ekspresi muka sial atau kesal untuk menarik perhatian dan meyakinkan saya bahwa permainan ini benar – benar sangat gampang atau mudah.

Selain itu, orang kedua berkata “ bagi – bagi nanti ya lae” sembari menyerahkan uang nya sebesar seratus ribu untuk menarik perhatian saya untuk ikut bertaruh juga. Saya juga yakin bahwa mereka melengkapi aksi mereka dengan HIPNOTIS. Kenapa saya berani berkata seperti itu? Karena saya itu bukan tipe orang yang gampang memberi uang kepada orang lain begitu saja, namun saya dengan mudahnya mengeluarkan uang saya tanpa pikir panjang. Selain itu juga baru kali ini ada orang yang belum saya kenal sebelumnya berani mengambil uang dari dompet saya tanpa saya tabok.


Setelah saya menyerahkan uang saya, si penantang (orang pertama) berkali – kali memastikan jumlah taruhan saya. Dan saya selalu berkata “Oke”. Setelah pria (orang ketiga) tersebut memulai aksinya, gerombolan orang langsung mengelilingi kami. Sebelumnya saya tidak menyadari bahwa mereka itu adalah satu komplotan sehingga saya merasa fine – fine aja tanpa merasa risih dengan keramaian tersebut.

Setelah orang ketiga mengarahkan kastel didepan raja seakan – akan raja mati (jelas – jalas dia memberikan kastel tersbut secara FREE/GRATIS), si penantang (orang pertama) pura – pura merasa kesialan karena harus memberikan uang dua juta rupiah kepada kami. Namun, perlu diingat ITU MODUSSSS. Setelah mau menyerahkan uang tersebut, salah seorang yang saya sebut sebagai orang ke – empat mengingatkan si penantang (orang pertama) bahwa kastel tersebut Free atau bisa dimakan. Dengan sigap si penantang tersebut memakan kastel tersebut dan menunda memberikan uang tersebut. MODUSSSS

Si Pria tersebut (orang ketiga) pura pura merasa sial dengan orang keempat yang memberitahu si penantang bahwa kastel tersebut bisa dimakan (FREE). Namun ini JUGA MODUSSSS.


Semua orang (satu komplotan) langsung bubar dan pura – pura membicarakan akan kesalahan tersebut. “Harusnya kan Mesa dulu yang dimajukan” kata salah seorang yang merasa tidak berdosa itu. Dengan kesal saya mendatangi orang ketiga tersebut untuk segera membalikkan uang saya tersebut. “Mana uang saya, yang abang pinjam tadi?” kata saya. “Mana ada lagi uang mu sama saya, kita kan udah kalah!” katanya membentak seakan – akan menakuti saya. Saya memang tidak takut saat itu, karena pemikiran saya bahwa mereka itu bukan satu komplotan. Siapa yang berani coba melawan sekitar 10 orang hanya sendirian? . Saya terus bersikeras untuk meminta uang saya. Namun, salah seorang yang saya sebut orang kelima meminta saya untuk segera meninggalkan tempat demi keamanan dan menghindari pertengkaran. INI JUGA MODUSS. Dia berbahasa manis agar kiranya saya cepat meninggalkan tempat tersebut dan merelakan uang saya begitu saja.

Akhirnya, saya meninggalkan tempat sembari meludah menyampaikan rasa kesal saya kepada pria (orang ketiga) tersebut. Dengan lantang si penantang (orang pertama) berkata “ Hape juga boleh dipertaruhkan”. Dengan sial saya meludah kembali sembari mengucapkan kata – kata kotor kepada mereka dan segera meninggalkan tempat.


Saya akhirnya menjumpai LAE saya dan menceritakan kejadian yang saya alami. Dia berdalih bahwa dia juga pernah mengalami hal tersebut bahkan lebih besar dari jumlah uang saya yang ludes dimakan setan bernafas tersebut. 

Nah, itulah pengalaman saya mengalami penipuan dengan modus MAEN CATUR TIGA LANGKAH MATI. Saya harus merelakan uang sebesar seratus dua puluh ribu rupiah yang bagi saya itu adalah nilai yang cukup tinggi. Untung saya gak strees gara – gara hal itu, tapi STREES BANGETT!! HEHEE. Tapi satu hal yang jadi pembelajaran disini adalah jangan pernah segampang membalikkan tangan untuk mempercayai orang lain apalagi yang belum pernah kita jumpai sebelumnya.


Satu keberuntungan saya adalah uang yang saya bawa tidak lebih dari 120 ribu. Jadi, seandainya saya mempunyai uang yang lebih dari situ, maka saya yakin akan ludes juga pada saat itu.

Untuk itulah, berhati – hatilah dengan segala sesuatu. Jangan pernah beriming – iming dapat uang jutaan rupiah dengan modal hanya 100.000 rupiah. Mimpi woi.... hehehe
Demikianlah postingan saya kali ini, semoga bermanfaat. Dikarenakan saya ini adalah blogger professional (30 abad kedepan :D), saya memohon maaf jika ada kesalahan dalam kata – kata, ejaan, dll yang ada di blog ini, khususnya di postingan ini. Mohon berikan komentar anda akan postingan ini di SINI.


Jangan lupa bagikan postingan ini ke sosial media anda (with #stopPenipuan) agar kiranya semua orang tetap berhati – hati. Tidak hanya di kota Medan, dikota atau desa manapun pasti banyak kemungkinan terjadi penipuan seperti yang sudah saya alami ini. Biarlah saya jadi bahan pembelajaran bagi anda semua.....
Thanks!!

REKOMENDASI UNTUK ANDA

UPDATE VIDEO TERBARU

FACEBOOK

Dapatkan Info Via Google+