Ringkasan Kegiatan: Final Esai Lingkungan PIKOM-G UNP 2017



Pada tanggal 21-23 April 2017, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya berhasil mewakili Universitas Negeri Medan dalam kegiatan Pekan Ilmiah Kompetisi Geografi 2017 di Universitas Negeri Padang. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh HIMA (Himpunan Mahasiswa) Jurusan Geografi UNP (Universitas Negeri Padang). Adapun lomba yang dilaksanakan adalah GC-FEDIA (Geography Competition For Educational Media) dan Lomba Esai Lingkungan.

Bumi Pertiwi Kembali Hijau dengan Lestarinya Indonesiaku

Tema yang diangkat dalam Lomba Esai Lingkungan tersebut adalah “Bumi Pertiwi kembali Hijau dengan Lestarinya Indonesiaku”. Hal ini didasari oleh semakin rusaknya bumi kita saat ini, khususnya di Indonesia. Bukan tidak main, permasalahan lingkungan saat ini sudah sangat kompleks. Bagaimana tidak, beberapa rilis berita/artikel menyatakan bahwa dalam beberapa tahun kedepan, mayoritas masyarakat Indonesia akan hidup diantara tumpukan sampah. Melalui lomba ini, ide dan kreativitas mahasiswa se-Indonesia diharapkan dapat memberi sumbangsih positif dan tentunya bermanfaat.

Juvenile Envirocation: Sebuah Wahana Edukasi Lingkungan Hidup
Setelah melalui seleksi esai yang dilaksanakan pada 25 Maret-31 Maret, akhirnya saya dan rekan saya Lucky Sanov Dongoran berhasil lolos menjadi finalis, untuk kemudian mempresentasikan esai di depan juri dan mahasiswa/i UNP. Namun, karena keterbatasan dana, saya sendiri yang menjadi delegasi Unimed (tentu sudah disepakati bersama).
Adapun judul esai kami adalah “Juvenile Envirocation: Wahana Edukasi Lingkungan Hidup....”. Pengangkatan judul ini didasari oleh pentingnya peran pendidikan dalam menyadarkan masyarakat, khususnya remaja, dalam menjaga lingkungan. Dalam esai ini juga, kami menekankan perlunya mengubah paradigma lama “Kebersihan lingkungan hidup adalah tanggungjawab bersama” menjadi “Kebersihan lingkungan hidup adalah tanggungjawab pribadi lepas pribadi”. Paradigma lama tersebut kami tolak dikarenakan, melalui paradigma tersebut, banyak masyarakat kita hanya menjadi penunggu sejati. Dengan menyadari paradigma baru tersebut, masyarakat kita lebih memperhatikan lingkungan tanpa melihat bagaimana orang lain memperhatikan lingkungannya.
Program ‘Juvenile Envirocation’ ini kami sarankan dilaksanakan di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Hal itu dikarenakan masih rendahnya kesadaran lingkungan hidup di daerah tersebut. Padahal, daerah tersebut sangat potensial menjadi tujuan wisata.


Tiba di Padang: 21 April 2017
Pada tanggal 21 April 2017, saya berangkat dari Bandara Kualanamu (KNO) pada pukul 13:00 WIB dan tiba di Bandara Minangkabau (PDG) pada pukul 14:10 WIB. Setiba di bandara, saya langsung menghubungi panitia untuk kemudian dijemput. Setelah menunggu, akhirnya kami berangkat menuju penginapan yang telah disediakan oleh panitia. Pada malam harinya, kami mengadakan technical meeting untuk mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan presentasi (penggunaan waktu saat presentasi dan tanya-jawab dengan juri).


Presentasi Esai: 22 April 2017
Presentasi esai dilaksanakan pada Sabtu, 22 April 2017 yang disaksikan oleh Panitia, Juri, dan beberapa mahasiswa Universitas Negeri Padang. Terdapat 22 delegasi (tim) yang dapat hadir dari 25 tim yang diumumkan sebagai finalis. Adapun perguruan tinggi yang mengirimkan delegasinya adalah Universitas Negeri Medan (1 tim), Politeknik Negeri Sriwijaya (1 tim), Universitas Negeri Padang (6 tim), Universitas Gajah Mada (2 tim), UIN Suska Riau (1 tim), Universitas Pendidikan Indonesia (1 tim), Universitas Indonesia (1 tim), Universitas Negeri Semarang (2 tim), STMKG Jakarta (1 tim), Institut Pertanian Bogor (1 tim), Universitas Sebelas Maret (2 tim), Universitas Airlangga (1 tim), Universitas Brawijaya (1 tim), dan Universitas Sriwijaya (1 tim). Presentasi pertama adalah Delegasi Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul “Retur Sewa Plastik” dan saya menjadi presenter ke-6.
Setelah presentasi esai dilakukan, juri mengakumulasikan nilai (nilai esai+presentasi) dan akan diumumkan besoknya, 23 April 2017.


Pengumuman Pemenang dan Field Trip: 23 April 2017
Pada tanggal 23 April 2017, seluruh finalis dan panitia berangkat ke Pantai Pasir Jambak. Sebelumnya, panitia merencanakan bahwa seluruh finalis dan panitia akan melaksanakan penanaman mangrove, namun dibatalkan dikarenakan semakin panasnya cuaca pada saat itu.


Di pantai ini juga, pemenang diumumkan. Juara 1 (pertama) berhasil diraih delegasi Universitas Gajah Mada (UGM) dengan judul “Pelestarian Alam Berbasis Karakteristik Geomorfologi: Gumuk Pasir Parangkusumo”, Juara 2 (kedua) diraih oleh delegasi Universitas Sebelas Maret dengan judul “Sintesis Edible Film Berbasis Limbah Kulit Ubi (Ipomea batatas) sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah di Indonesia”, dan juara 3 (ketiga) diraih oleh delegasi Universitas Brawijaya dengan judul “Hi-Pad (Chitosan-Paper As A Pad): Alas sepatu Berbahan Dasar Limbah kertas sebagai Penghambat Penyakit Kaki Atlet (Tinea Pedis) dan Bau Tidak Sedap pada Kaki”.


Setelah pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, finalis dan panitia melaksanakan field trip ke berbagai tempat yang sangat menarik di ranah Minang tersebut. Adapun beberapa tempat menarik yang kami kunjungi adalah Mesjid Raya Sumatera Barat, Museum Adityawarman, The Gateway of IORA, Taman Muaro Lasak, dan Tugu Perdamaian.

Pada pukul 18:15 WIB, saya take off dari Bandara Minangkabau dan tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 19:25 WIB.

Penutup
Selain berkompetisi, melalui kegiatan ini, saya dapat menambah relasi dengan berbagai mahasiswa-mahasiswa visioner dari berbagai universitas di Indonesia. Kemudian, saya juga dapat kesempatan berwisata di Padang yang dibiayai oleh Universitas saya. Terima kasih


Berkompetisilah sedini mungkin! Tidak ada yang salah dengan kompetisi.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

FACEBOOK

Dapatkan Info Via Google+