Sadis!! Gajah Ditendang!


Manusiakah mereka yang bertingkah layaknya bukan manusia? Gajah yang telah ‘memberinya makan’ ditendang? Bahkan, burung pun tidak akan mematok tangan orang yang memberi dia makan!


Saya dan salah satu teman saya, Lidya Marbun, berkunjung ke Medan Zoo, Simalingkar B, Medan Tuntungan, Sumatera Utara, pada hari Senin, 24 Juli 2017. Setelah berkelliling, kami menemui salah satu gajah dan beberapa penjaga. Lokasinya berdekatan dengan ‘kandang’ singa.  Gajah tersebut berbadan besar, namun tampak kurang sehat dan kurang terawat.


Penjaga tersebut langsung menawari kami untuk menunggangi gajah tersebut, serta berkeliling.

“Ayo bang, kak! Sepuluh ribu untuk jarak dekat, dan dua puluh lima ribu jarak jauh.”, kata salah satu penjaga.

Kami sempat berdiskusi, namun menepis niat, dengan alasan ‘Kasihan’ dengan gajah tersebut.

“Tidak usah pak, kami lihat-lihat saja”, kata saya.

Tak lama kemudian, sang gajah ‘merengek’, seolah mengingini sesuatu. Dan gajah tersebut sempat bergerak mundur dari ‘posnya’.

Tak lama kemudian, si penjaga tersebut menendang gajah tersebut dengan kuat, tepat dibelalainya.

“Sh*t!”, kata kotor tersebut sempat terucap dari mulut saya lantaran geram.

Teman saya, Lidya, juga sempat emosi gegara ‘kebejatan’ si penjaga tersebut. Namun, kami tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan pengunjung lain pun memilih diam.

Saya dan teman saya tidak sempat merekam kejadian tersebut. Namun, kami menyaksikan perlakuan bejat tersebut, pengunjung lain, pun menyaksikan.

Sebelum kami meninggalkan lokasi tersebut, saya sempat merekam gajah dan si ‘penendang belalai gajah’ tersebut meninggalkan lokasi. 

Nyatanya, sudah banyak perilaku bejat manusia saat ini. Tidak hanya antar manusia, hewan sekalipun menjadi sasaran. 

Ngerinya, hewan – contohnya, gajah – yang telah memberi banyak keuntungan kepada manusia, diperlakukan semena-mena. Ini tidak manusiawi, tidak sama sekali. Pernahkah kita berpikir, bagaimana jika hewan yang kemudian ‘mengeksploitasi’ manusia? Sudah banyak ilustrasi yang menggambarkannya. Sangat ngeri!

Namun, manusia selalu berdalih, “manusia adalah ciptaan Tuhan paling sempurna, maka berhak atas hewan dan tumbuhan yang ada di bumi”.

Apa memang benar Manusia adalah yang paling sempurna? Jika iya, mari mulai berfikir selayaknya manusia! Kita semua.

Nah, apakah manusia, seperti penjaga tersebut, layak disebut manusia, sebagaimana yang seharusnya ciptaan Tuhan paling sempurna? Saya rasa mereka adalah manusia. Pertanyaannya, manusia seperti apa?

Pada akhirnya, cuma ajakan untuk menyayangi karya Tuhan, termasuk hewan – gajah, yang bisa saya lakukan. Mari kita sama-sama merenung!


Terima kasih. 

REKOMENDASI UNTUK ANDA

FACEBOOK

Dapatkan Info Via Google+