DESA SEBAGAI SENTRA EKONOMI



Lihat sebelumnya....Desa harus jadi kekuatan ekonomi agar warganya tidak hijrah ke kota. Berikut adalah beberapa alternatif penyelesaian masalah di atas untuk menjadikan desa sebagai sentra ekonomi melalui peningkatan kuantitas dan kualitas Home Industry:
Sumber Gambar: merdekacom
1. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Balai Latihan Kerja (BLK)
Dunia usaha yang semakin dinamis membutuhkan pelaku usaha yang berkompeten. Oleh karena itu, warga desa membutuhkan suatu wadah untuk meningkatkan kompetensi mereka. Balai Latihan Kerja (BLK) adalah sarana dan prasarana tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau yang ingin mendalami keahlian di bidangnya masing-masing.3 Mobile Training Unit (MTU) adalah program BLK untuk mengedukasi warga di desa terpencil menggunakan kendaraan keliling. Saat ini, sedikitnya terdapat 276 (dua ratus tujuh puluh enam) BLK dan 33 (tiga puluh tiga) unit MTU. Jumlah ini tentu tidak sebanding dengan jumlah desa di Indonesia. 


Selain itu, fasilitas BLK juga harus diperbaiki dengan mengakomodasi teknologi canggih sebagai media pendukung. Jenis pelatihan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan warga desa sebagai calon pelaku usaha. Untuk itu, diperlukan instruktur yang terkualifikasi untuk mengedukasi warga desa dalam berbagai hal, seperti strategi pemasaran offline dengan berjualan secara manual atau secara online dengan memanfaatkan internet dan teknologi digital untuk memperluas pangsa pasar. Contohnya adalah dengan memaksimalkan website berbasis desa yaitu www.usahadesa.com dan Mitra Swadaya Desa sebagai media promosi yang selama ini keberadaanya belum dimanfaatkan secara optimal. Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam peningkatan kuantitas dan kualitas BLK di Indonesia.


2. Transformasi Pola Pikir melalui Pendekatan Inklusif
Pendekatan inklusif adalah pendekatan yang melibatkan warga dalam membangun wilayahnya dengan cara pemberdayaan masyarakat sehingga mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan melainkan subjek pembangunan. Keterlibatan masyarakat desa secara implisit akan merubah mindset dan sudut pandang mereka terhadap paradigma di desa. Pola pikir warga desa terutama generasi muda tentang “setelah lulus sekolah kemudian menjadi pekerja di kota” akan bertransformasi menjadi “setelah lulus sekolah kemudian menjadi pelaku usaha di desa”. 


Generasi muda desa adalah pilar bagi kemajuan desanya, mereka harus mampu melihat dan memanfaatkan potensi yang tersedia di desa kemudian menjadi pelaku usaha dengan membuka Home Industry sendiri. Sudah saatnya masyarakat Indonesia menjadi pemberi lapangan kerja dan tidak lagi menjadi pencari kerja, menilik jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya tanpa diimbangi dengan memperbanyak jumlah lapangan pekerjaan tentu berpotensi melahirkan berbagai bentuk masalah sosial yang kompleks.

Melalui peningkatan kuantitas dan kualitas Home Industry dan didukung dengan peran serta pemerintah dan partisipasi warga desa sebagai pelaku usaha, desa akan mampu memperkuat kemandirian ekonominya yang mana jika dilakukan secara massif dan kolektif akan memperkuat kemandirian perekonomian nasional. Home Industry hadir sebagai solusi atas permasalahan desa dan peningkatan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat pedesaan.


Daftar Bacaan:

REKOMENDASI UNTUK ANDA

UPDATE VIDEO TERBARU

FACEBOOK

Dapatkan Info Via Google+