ESAI: BISNIS OBAT HERBAL SI-ARTIS ROCK’S (SUBSTITUSI ARTOCARPUS ALTILIS dan ROCK SUGAR) MELALUI SISTEM TRANSFORMASI GEOMETRI



KARYA: DEVI ERLINDHEA FITRI, SISWI SMAN 2 PONOROGO
Indonesia merupakan sebuah negara dengan jumlah penduduk yang amat padat. Penduduk yang berada di Indonesia merupakan penduduk lokal maupun non lokal. Dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada, mereka berfikir bahwa bahan pangan lokal tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga kebanyakan dari mereka lebih memilih bahan pangan yang siap saji, khususnya bahan pangan hasil impor. Mereka tidak menyadari bahaya dari bahan pangan impor, mereka hanya berfikir bahan pangan mana yang bisa disajikan dengan cepat dan praktis. Padahal jika ditinjau lebih dalam, bahan pangan hasil impor memiliki banyak dampak terhadap kesehatan. Baik dari bahan pengawet, pewarna, penyedap, dan sebagainya yang bisa menghancurkan kondisi fisik masyarakat Indonesia.


Salah satu dampak yang dirasakan masyarakat Indonesia yaitu banyaknya masyarakat yang menderita penyakit asam lambung. Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi tubuh seseorang yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati. GERD disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik kembali ke esofagus. Esofagus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung.
Sumber Gambar: manjaddacom
Selama ini, penyakit asam lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di kalangan masyarakat. Sehingga, banyak dari masyarakat yang menyepelekan penyakit asam lambung. Mereka beranggapan bahwa dengan mengurangi dan beralih ke makanan-makanan yang rendah lemak, tidak terlalu asin, maupun terlalu pedas dapat menyembuhkan penyakit asam lambung dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, obat-obatan kimia akan digunakan untuk meredakan gejala yang dirasakan. Obat-obatan tersebut bisa berlaku dalam jangka panjang. Padahal jika ditinjau lebih dalam, dengan seringnya kita mengkonsumsi obat-obatan kimia maka dinding liver pada tubuh bisa saja tidak kuat dalam menahan efek samping dari obat-obatan kimia yang ada. Sehingga memungkinkan seseorang dapat mengalami komplikasi berbagai macam penyakit. Hal tersebut terjadi karena pola konsumsi pangan masyarakat yang kurang baik.


Menurut UU RI No.7 Tahun 1996 tentang pangan menjelaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia dimanapun ia berada. Sebagai kebutuhan dasar manusia, maka bahan pangan harus tersedia dalam setiap waktu. Padahal Indonesia memiliki kekayan alam yang sangat melimpah dengan posisi yang strategis. Mulai dari sisi geografis, Indonesia terletak pada daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Sehingga berbagai kekayaan alam yang ada dapat tumbuh dengan subur di Indonesia. Salah satu kekayaan alam yang menjadi bahan pangan lokal Indonesia yang dapat tumbuh subur di wilayah tropis yaitu tumbuhan sukun. Akan tetapi, dalam kenyataannya tumbuhan tersebut kurang dimanfaatkan oleh penduduk Indonesia. Mereka berasumsi bahwa bahan pangan lokal dinilai sangat tidak bermanfaat bagi kesehatan maupun pertumbuhan. Sehingga tanaman sukun hanya dibiarkan berjatuhan sampai membusuk tanpa adanya pengolahan sedikitpun. Lanjutkan membaca....


REKOMENDASI UNTUK ANDA

FACEBOOK

Dapatkan Info Via Google+