RENDAHNYA LITERASI DIGITAL MASYARAKAT: DAMPAK NEGATIF DAN CARA MENGATASI



Lihat sebelumnya...Semakin banyak berita bohong(hoax) yang tersebar, semakin tinggi pula rating media sosial tersebut. Hal ini berdampak pada penerimaan iklan dan pendapatan bagi Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya. Selain itu, dampak adanya hoax atau berita bohong menyebabkan dampak positif bagi perusahaan media sosial. Keuntungan besar diraup perusahaan sosmed tersebut dengan rata-rata pendapatannya yaitu Rp.600-700 juta/tahun.
Sumber gambar: massawatch.wordpresscom
Rendahnya literasi digital masyarakat sehingga berita hoax dengan mudah diterima dan dilahap di masyarakat tidak terlepas dari sistem pendidikan yang diterapkan di negeri ini. Mahalnya biaya pendidikan serta kurikulum pendidikan yang disusun dengan basis sekulerisme, sehingga output dari pendidikan bukanlah sosok yang menjadikan nilai-nilai agama(islam) sebagai standar untuk menentukan benar-salah, baik-buruk, dan terpuji-tercela segala sesuatu. Lalu bagaimana cara mengatasi itu semua?


Tanpa adanya ketakwaan individu, kontrol dari masyarakat dan penjagaan oleh negara sebagai pelayan rakyat, maka keberadaan berita hoax akan senantiasa mengiringi sejarah perjalanan suatu masyarakat. Di dalam sistem islam, edukasi terhadap masyarakat, khusunya literasi digital, melalui sistem pendidikan yang dilakukan negara akan mendidik individu masyarakat dalam meilah berita atau informasi berdasarkan standar yang jelas dan pasti, yaitu aqidah islam. Oleh karena itu, penguatan literasi media harus juga masuk dlaam kurikulum pendidikan di Indonesia sejak dini. Pengaruh media yang kuat dewasa ini harus diimbangi dengan tingkat pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk berpikir kritis dalam memilah pesan-pesan media dan secara strategis menyerapnya sabagai pengetahuan positif.


Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kita harus berhati-hati dalam menerima informasi. Terlebih lagi, di era globalisasi ini sangtalah mudah bagi kita untuk mendapat informasi dari berbagai sumber. Bagaikan pepatah mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, maka dari itu sebelum kita benar-benar meneima atau menyebarkan suatu informasi, alangkah baiknya kita mengonfirmasi apakah informasi tersebut benar-benar nyata atau haya gosip belaka. Janganlah kita menyebar informasi yang menimbulkan prasangka,gosip atau fitnah sehingga menimbulkan kerugian bagi orang lain dan diri sendiri.


Tak hanya itu, pemerintah juga memegang peran penting dalam pengawasan informasi yang disebarkan oleh pihak-pihak yag tidak bertanggung jawab. Masyarakat Indonesia dan pemerintah harus menjadi tim sukses dalam menyajikan informasi yang akurat untuk menanggulangi maraknya berita berita bohong atau hoax.

Sekali lagi katakan “No! Pada Hoax”. Marilah kita semua membendungi diri dari hal-hal negatif yang justru akan merusak karakter dan kepribadian kita.
Salam Informasi. No! Hoax, Yes! Fakta


REKOMENDASI UNTUK ANDA

FACEBOOK

Dapatkan Info Via Google+